Mengatur Arus Penumpang di Stasiun

Saya salah satu yang apresiasi, ketika stasiun Tanah Abang berbenah. Ada JPO baru yang menghubungkan antara Peron 5 dan 6 dengan Peron 2 dan 3. Namun masalahnya lagi – lagi adalah bagaimana mengatur arus penumpang, baik arus masuk dan keluar ataupun arus perpindahan penumpang untuk antar peron

Silahkan diamati bagaimana rumitnya arus penumpang terutama di stasiun – stasiun transit. Misalnya saja di Stasiun Manggarai dan Tanah Abang. Rumit sekali bagaimana arus dari penumpang hendak berpindah peron ataupun keluar dan masuk stasiun.

Saya nggak membahas soal Manggarai, karena rencananya Manggarai akan dibuat jadi stasiun baru. Saya sih berharap di stasiun baru, pengaturan arus penumpang juga jadi perhatian dari pemilik proyek pembangunan stasiun Manggarai. Kalau enggak ya masalahnya akan tetap sama dan terjadi.

Mari kita lihat situasi stasiun Tanah Abang. Lihatlah gambar yang saya ambil saat transit di Tanah Abang.

Tanah Abang IMG_20170330_090245

Begitu padat meskipun sudah menggunakan tangga berjalan. Penumpang umumnya didorong untuk menggunakan sisi utara stasiun Tanah Abang. Di sisi selatan juga ada masalah penumpukan penumpang tetapi sedahsyat di sisi utara.

Jika tidak dikelola dengan baik, suatu saat akan terjadi penumpukan penumpang di peron hanya untuk berpindah peron ataupun keluar dari stasiun. Itu kenapa saya lebih suka apabila dipikirkan dengan matang soal perencanaan pembangunan stasiun terkait dengan pengaturan atau rekayasa teknis tentang arus penumpang kereta

Coba lihat lagi stasiun Rawa Buntu. Terkadang antrian untuk keluar stasiun sudah mencapai rel.

rawa buntu IMG_20170330_201645

Saya membayangkan seandainya pintu masuk dan pintu keluar dibedakan, misalnya pintu masuk di sisi timur dan pintu keluar di sisi barat. Tentu tidak ada penumpukan penumpang di satu titik dan tidak akan antrian sampai ke rel kereta.

Dengan target 1,2 juta penumpang pada 2019, mestinya pembangunan stasiun juga mesti memikirkan tentang bagaimana mengelola arus penumpang kereta. Tidak hanya arus keluar dan masuk akan tetapi juga arus perpindahan antar peron di stasiun

Semoga !

2 thoughts on “Mengatur Arus Penumpang di Stasiun

  1. Iya. Atau di THB ditambah lagi JPO-nya. Teori antrian khan klo tidak salah: tambah satu antrian akan mengurangi antrian hingga separohnya. Atau gmna gitu. Jd tambah satu penyeberangan pasti menolong.

    Jika membedakan pintu masuk dan keluar, tidak efektif krn pnp keluar dan masuk itu musiman. Antrian di Rawabuntu yang diilustrasikan itu khan untuk keluar pas sore/malam hari. Jika dibedakan untuk keluar masuk TAPI tidak menambah pintu, pasti juga jadi antrian begitu.

    Tabik mimin

Leave a Reply