Candidmania di @CommuterLine

Peron Depok Sepi
Naik angkutan umum seperti kereta Commuter Line membutuhkan kehati-hatian. Sekarang tak hanya copet dan jambret yang mengintai kelengahan penumpang. Kamera telepon genggam setiap saat bisa merekam tingkah laku penumpang.

Tak sekedar menjepret, foto candid tersebut bisa saja diunggah di media sosial. Dengan keterangan foto yang kadang super minim, komentar akan bermunculan: dari yang biasa saja hingga komentar sadis.

Obyek foto pun beragan. Dari penumpang yang melanggar pelaturan, ibu hamil yang tidak dapat tempat duduk, penumpang duduk lesehan, penumpang yang maksa duduk nyempil, penumpang tidur lelap, pacaran dan lain-lain. Berbuat aneh sedikit, kamera siap membidik.

Ketika Anda sedang mendapat kabar duka, kemudian sepanjang perjalanan kereta kepala Anda “nyender” di bahu suami, bisa aja ada candidmania yang usil. Ada kemungkinan, foto tersebut diupload dan menjadi pembicangan hangat di sebuah grup atau forum, kemudian di share kemana-mana. Komentar dari para pemirsa pun beragam, dari celetukan hingga makian. Maksud hati menyandarkan duka, apa daya terekam kamera.

Parahnya, kadang candidmania main upload saja, mentah-mentah tanpa adanya proses editing. Proses editing bisa dimulai dari edit rasa. Sebelum mengupload foto di jejaring sosial, sudah seharusnya kita menimbang rasa: pantas nggak saya mengupload foto seperti ini. Penting banget nggak sih kalau foto seperti ini diupload?

Pertanyaan lainnya adalah apakah kita mengetahui betul peristiwa yang sedang terjadi atau hanya tahu sejenak kemudian main foto. Padahal satu peristiwa bisa terjadi karena rentetan peristiwa sebelumnya. Bisa saja kita salah duga. Jadi candidmania harus siap bertanggung jawab dunia akhirat. he he

Kemudian jika memang kita terpaksa mengupload foto tersebut. Mungkin karena orang tersebut melanggar peraturan/larangan di angkutan umum, ada baiknya foto wajahnya diblur atau disamarkan. Dan akan lebih baik lagi kalau kita memberi teguran kepada si pelanggar.

Ketika ada ibu hamil tidak mendapat tempat duduk di kereta listrik, sebenarnya yang bertanggung jawab tidak hanya penumpang yang duduk di depannya. Penumpang lain yang tahu harusnya lekas bertindak. Jangan saling menunggu. Penumpang yang berdiri bisa mengingatkan penumpang yang duduk. Penumpang yang duduk dan melihat ibu hamil tersebut (walau tidak berada di depannya) bisa memanggil dan memberikan tempat duduknya.

Kalau kita sekedar menjepret ibu hamil tersebut menguploadnya di media sosial (medsos) dengan keterangan tentang moral dan kepedulian, tapi tak berbuat apa-apa, berarti kita ikut melakukan pembiaran.

Jadi memfoto sesuatu pun perlu etika, tak sekedar ajep-ajep (asal jepret). Menshare foto ke medsos pun tak boleh sembarangan. Jangan sampai obyek foto yang sebenarnya tak salah dihakimi oleh netizen. Mudah-mudahan, catatan sederhana ini bisa bermanfaat.

Ah, capek juga nulis di atas kereta listrik. Mau ngupil dulu ah, eits nggak jadi ding, entar ada yang njepret kemudian diupload di medsos dengan keterangan foto: “Salah satu pemeran Mahabarata ketahuan ngupil di Kereta.” Bisa gawat, ketahuan deh penyamaran saya.

Jakarta, 17 November 2014

One thought on “Candidmania di @CommuterLine

  1. betul kadang ada ibu hamil yang tidak mendapat tempat duduk, sementara yang duduk dibangku prioritas pura pura tidur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *