Gara-Gara Tiket Gelang KRL @CommuterLine

Cowok: Tahu nggak kalau operator KRL baru saja meluncurkan e-tiket dalam bentuk gelang.
Cewek: Wah baru tahu. Canggih dong.
Cowok: Iya, nanti kamu aku beliin deh.
Cewek: Terus kapan kamu mau meluncurkan tiket cintamu dalam bentuk cincin tunangan?
Si cowok langsung garuk-garuk kepala sambil gigit sendal.

——————————

Pulang kerja, Paijo pamer gelang e-tiket KRL Commuterline yang melingkar di tangannya.
Paijo: Sekarang naik KRL bisa pake gelang ini bu. Tinggal tempel di gate, beres deh.
Istri Paijo: Ah, biasa aja.
Paijo: Tapi gelang ini keren kan. Belum ada transportasi lain yang bisa naik pakai gelang seperti ini.
Istri Paijo: Dulu bayar kredit motor juga bisa pake gelang.
Paijo: Masak sih. Hebat amat. Sejak kapan kok ayah nggak tahu.
Istri Paijo: Iya dulu waktu Ayah nunggak kredit motor 2 bulan kan bayarnya pake gelang ibu. Katanya mau gantiin, mana buktinya.
Paijo garuk-garuk kepala. Rupanya ia salah memilih topik pembicaraan. Jadi kena deh.

——————————

Cewek: Sudah dapat info cara beli tiket gelang belum?
Cowok: Belum nih, itu kan edisi terbatas.
Cewek: Waduh, padahal pengin banget punya
Cowok: Dari kemarin mikirin tiket gelang mulu.
Cewek: Emang kenapa? Salah ya
Cowok: Pikirin gelang yang lain dong
Cewek: Gelang apa?
Cowok: Gelangsungan cinta kita.
Cewek: Aah, bisa ajah

——————————

Seorang ibu berdandan heboh terlihat beberapa kali menempelkan lengannya di gate in Stasiun Depok Baru, namun lampu indikator tak jua menyala hijau.
Seorang petugas langsung mendatanginya.
Petugas: Maaf bu, mana tiketnya, coba saya bantu
Ibu itu menunjuk gelang emas dilengannya: “ini pak.”
Petugas: Maaf tiketnya Bu
Ibu: Lha katanya sekarang naik KRL bisa pakai gelang. Lha gelang saya ini dari emas asli lho pak, kok gak bisa. Gimana sih
Petugas: Maksudnya gelang tiket bu, bukan gelang emas. Tiket yang berbentuk gelang.
Ibu: Waduh, beritanya nggak jelas. Terus gimana
Petugas: Sekarang Ibu beli tiket ke loket
Ibu: Beli tiketnya pake gelang?
Petugas: Pakai uang lah bu.
Petugas geleng-geleng kepala

——————————
Cerita di atas hanya humor dan rekaan belaka.

Salam
Setiyo Bardono, TRAINer kelahiran Purworejo 15 Oktober. Penulis buku antologi puisi Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012) dan novel Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).

One thought on “Gara-Gara Tiket Gelang KRL @CommuterLine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *