Gedung Candra Naya : Tersembunyi di Tengah Gemerlap Novotel

Gedung Candra Naya beralamat di Jl . Gajah Mada No 188, Jakarta Barat. Menemukan gedung ini tidaklah mudah, karena dari pinggir jalan besar, tak ada tanda-tanda khusus bagi rumah bersejarah ini. Gedung bersejarah ini terletak dalam superbloc Novotel Hotel. Jadi,  superbloc Novotel Hotel dapat dijadikan patokan, masuklah kedalam Hotel tersebut untuk menemukan sebuah rumah megah dengan arsitektur Cina  persis di tengahnya .

Gedung-Candra-Naya

Pada awalnya, bangunan Gedung Candra Naya dimiliki Keluarga Khouw, keluarga tuan tanah Cina. Keluarga ini juga membangun bangunan lain yang lokasinya cukup berdekatan, masing-masing di Jl. Gajah Mada 174 (sekarang SMUN 2) dan Jl. Gajah Mada 168 (yang juga pernah digunakan sebagai Kedutaan Besar RRC).

Taman-Teratai-Candra-Naya

Keluarga Khouw pertama yang menduduki gedung ini adalah Khouw Tjoen. Sedangkan Khouw Kim An adalah anggota keluarga yang Khouw terakhir kali menempati Gedung Candra Naya. Khouw Kim An adalah Ketua Dewan China di Batavia dan diangkat sebagai Mayor China pada tahun 1910-1918. Mayor Khouw Kim An juga menjadi anggota Volksraad (kuasi parlemen kuasi yang dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda) 1921-1931. Itulah sebabnya gedung Gedung Candra Naya juga dikenal sebagai rumah Mayor.

Pada 1946, setelah perang dunia kedua berakhir, organisasi sosial bernama Sin Ming Hui didirikan. Sin Ming Hui bertujuan untuk memberikan bantuan dan informasi kepada masyarakat Tionghoa. Pada perkembangannya, Sin Ming Hui kemudian menyewa rumah almarhum Khouw Kim An untuk digunakan sebagai kantor pusat.

Di gedung ini, Sin Ming Hui melakukan berbagai kegiatan sosial, seperti menyediakan klinik kesehatan, tenaga kerja dan klinik bantuan hukum, klub olahraga, kegiatan pendidikan dan kegiatan fotografi. Pada tahun 1962 Sin Ming Hui berganti nama menjadi Tjandra Naja. Untuk menyesuaikan diri dengan ejaan baru Bahasa Indonesia, nama organisasi kembali diubah dari Tjandra Naja menjadi Candra Naya.

Selasar-Candra-Naya

Meski Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dikenal sebagai organisasi bantuan hukum modern yang pertama di Indonesia, tapi para sarjana hukum janganlah melupakan peran Sin Ming Hui. Sin Ming Hui adalah organisasi masyarakat sipil pertama yang memberikan bantuan hukum bagi masyarakat Cina dengan mendirikan konsultasi hukum gratis. Salah satu pengacara terkemuka Indonesia, almarhum Yap Thiam Hien, juga merupakan pengacara yang memberikan konsultasi hukum gratis di gedung ini.

Untuk menuju kesini: silahkan lihat Peta Rute Commuter Line

Ada beberapa rute yang dapat digunakan ketika kamu memulai perjalanan dari suatu tempat di Jakarta untuk menuju ke Stasiun Mangga Besar. Stasiun transit ditandai dengan (  )

Dari Tangerang

Tangerang  – (Duri) – (Kampung Bandan) – Mangga Besar

Tangerang  – (Duri) – (Manggarai) – Mangga Besar

Dari Tangerang Selatan

Maja – Parungpanjang – Serpong – (Tanah Abang) – (Kampung Bandan) – (Jakarta Kota) – Mangga Besar

Maja – Parungpanjang – Serpong – (Tanah Abang) – (Manggarai) – Mangga Besar

Dari Bekasi dan Jatinegara

Bekasi – Manggarai – Mangga Besar

Jatinegara – (Kampung Bandan) – (Jakarta Kota) – Mangga Besar

Dari Bogor

Bogor – Manggarai – Mangga Besar

Waktu tempuh: kira – kira 20 menit jalan kaki ke arah Barat dari Stasiun Mangga Besar

Silahkan lihat peta ilustrasi di taut ini atau gambar di bawah ini

Candra Naya Map

One thought on “Gedung Candra Naya : Tersembunyi di Tengah Gemerlap Novotel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *