Jakarta: Surganya Para Penikmat Candu

Jakarta kota yang dahulu dikenal dengan nama Batavia, sudah lama dikenal sebagai surganya para penikmat candu. Sejak pertengahan abad ke 17, Batavia telah menjadi pusat perdagangan opium dari VOC. Namun disamping perdagangan resmi yang dilakukan VOC, tetapi perdagangan gelap opium terjadi dengan jumlah dan nilai perdagangan yang fantastis.

Tak heran jika VOC akhirnya kewalahan untuk melawan perdagangan gelap opium ini. Pada 30 November 1745, Gubernur Jenderal VOC Van Imhoff, memutuskan untuk mendirikan De Sociëteit tot den Handel in Amfioen (Masyarakat Perdagangan Opium) atau lebih dikenal Amfioensociëteit (Masyarakat Opium) dengan untuk melakukan monopoli perdagangan opium untuk kepentingan VOC. Tapi perdagangan gelap Opium ternyata tetap berjalan tanpa halangan

Bamboe-opium-pijp-Amsterdam-Pipe-Museum-2Pasti kamu tahu, kalau saat itu pemerintah VOC memberikan ijin resmi berdirinya rumah – rumah untuk menghisap opium. Salah satu yang terkenal adalah Jl. Perniagaan Barat yang ada di kawasan Glodok. Di jalan ini pernah terdapat 26 bangunan dengan dua lantai yang semuanya dimanfaatkan untuk tujuan wisata. Lantai bawah umumnya digunakan untuk mengisap madat, sedangkan lantai atas untuk prostitusi dan judi.

Di kawasan Jl. Gajah Mada juga terdapat lokasi – lokasi untuk menghisap opium yaitu di Gang Kali Mati (Jl. Pancoran V), Gang Madat (Jl. Keselamatan), dan Gang Madat Besar (Jl. Kesejahteraan). Di kawasan ini tak ada larangan bagi siapapun untuk memasuki rumah – rumah opium yang bahkan tak dijaga Polisi. Rumah – rumah opium ini adalah tempat perdagangan resmi yang diijinkan oleh pemerintah, siapapun boleh masuk sepanjang membayar.

Gambar diambil dari sini

3 thoughts on “Jakarta: Surganya Para Penikmat Candu

  1. memang seiring peningkatan teknologi seiring itu pula tingkat sosial manusia akan lebih rusak kalau tidak benar benar dibentengi dengan nilai agama dan perhatian keluarga akan lingkungan…sungguh ngerii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *