Kesan Pertama KRL TM 6101 yang Baru Datang di Indonesia

6101 sedang dilangsir oleh KRD NR
6101 sedang dilangsir oleh KRD NR

Belum lama ini, armada KRL kita kedatangan keluarga baru. Sebenarnya sih ga asing juga, karena KRL jenis ini sebelumnya sudah beroperasi sejak tahun 2011 silam. Ialah KRL seri 6000 yang didatangkan dari perusahaan Tokyo Metro, atau kita lebih akrab memanggilnya dengan sebutan TM. Ga ada bedanya sih kalo dari luar sama yang udah duluan beroperasi, tapi bedanya terletak dari sistem traksinya aja. Tapi, saya ga akan bahas soal itu lebih lanjut karena nanti ga sesuai judulnya, hehehe.

Jadi pada tanggal 29 Juli yang lalu, 3 rangkaian KRL seri 6000 mendarat di Pelabuhan Tanjung Priok dari kapal MV New Legend Ruby, setelah berlayar selama 2 minggu dari Jepang, dan mampir di Kaohsiung juga Pasir Gudang. Ketiga rangkaian tersebut adalah 6101, 6108, dan 6117. Karena diajakin, saya pun memutuskan untuk caw ke Istiqlal (karena hari itu hari Jumat), baru ke pelabuhan, tepatnya di terminal peti kemas Pasoso. Namanya juga diajakin, jadinya saya ga sendiri, karena di sana pun banyak temen-temen saya, mainly dari komunitas pecinta kereta api, atau istilah lainnya “anak kereta”.

Kebetulan, saat saya tiba, ternyata rangkaian 6101 ini sedang diturunkan satu per satu dari truk trailer yang secara bergantian mengantar dari dermaga ke Stasiun Pasoso. Baru 4 kereta yang turun dan memijakkan rodanya di tanah Jawa.

Selesai diturunkan ke atas rel
Selesai diturunkan ke atas rel

Oh iya, 6101 ini dibuat pada tahun 1969 di Jepang kalau menurut Wikipedia. Itu berarti kereta ini umurnya setua ibu saya. Meskipun badannya dibuat tahun 1969, komponen traksi kereta ini tidak dibuat pada tahun yang sama, melainkan 30 tahun lebih muda, seumuran para remaja yang akan membuat KTP untuk pertama kali di tahun ini. Memang kalau di Jepang itu untuk kereta ada yang namanya midlife overhaul atau kalau di-Indonesia-kan kurang lebih menjadi penyehatan setengah masa pakai. Penyehatan ini meliputi penggantian komponen vital, penguatan kembali rangka kereta, dan lain sebagainya.

Saat 6 kereta sudah diturunkan dari kapal, kebetulan sekali kru yang ada di pelabuhan memperbolehkan kalangan umum memasuki interior kereta ini. Saya sendiri baru tahu setelah melihat beberapa dari anak-anak kereta berada di dalam kereta. Saya pun langsung ikut masuk ke dalam. Oh iya, selain anak-anak kereta, ada juga beberapa wartawan yang ikut naik dan memotret bagian dalam kereta untuk liputan mereka.

Interior kereta 6101
Interior kereta 6101 (Kereta Khusus Wanita)

Di dalam kereta, saya tentunya langsung mencoba duduk di kursi penumpang, dan mencoba sandaran tangan yang bentuknya ora umum. Ternyata, ketiak saya tidak nyaman saat menyandarkan tangan saya! Terasa cepat pegal. Lalu, saya mencoba menyandarkan kepala ke sandaran tangan tersebut dan saya pun langsung terbuai dengan kenyamanan dan kesempurnaannya. Iya, sandaran ini merupakan tempat yang nyaman dengan desain yang sempurna untuk menyandarkan kepala dan tidur, tapi not recommended untuk tangan. Kalau soal AC, jujur aja saya belum tahu apakah sedingin kulkas seperti KRL-KRL TM yang lain atau ngga. Ya namanya juga belum dinyalakan, baru banget turun dari lambung kapal. Buat dibawa ke Depoknya pun belum bisa pake tenaga sendiri, masih harus ditarik pake kereta penolong. Oh iya, jendela di KRL ini juga gak bisa diturunkan sampai setengah kecuali jendela-jendela di kursi prioritas yang memang difungsikan sebagai jendela darurat apabila terjadi keadaan darurat.

Eh, ada ceweknya...
[INTERMEZZO] Eh, ada ceweknya…

Sekarang, keretanya sendiri sudah selesai dimerahkan di Dipo Depok, dan mungkin sebentar lagi bakalan diujicoba, before it can serve us everyday regularly. Jadi kalau penasaran dan ingin mencoba ya harus bersabar sedikit lagi. Tapi kalau melihat track record KRL-KRL TM yang udah hadir duluan di Jakarta, maka kita boleh menaruh ekspektasi tinggi terhadap rangkaian ini despite umurnya yang memang sudah tua untuk ukuran kereta, bahkan untuk ukuran manusia pun sudah mulai masuk golden age.

Sudah merah... (Foto: Omat Bonceh)
Sudah merah… (Foto: Omat Bonceh)

MPSCLFJRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *