Kisah Tak Sampai: Dari Rencana Museum sampai Petisi Penyelamatan

Dari kisah soal Tintin dan Bandara Kemayoran sampai dengan soal kegelisahan saya mengenai rencana pembangunan di kawasan Menara Bandara Kemayoran memaksa saya untnuk menjelajahi internet. Sederhana, karena saya perlu punya informasi yang cukup untuk melenyapkan kegelisahan saya mengenai bangunan bersejarah ini. Saya takut, kalau – kalau generasi mendatang sudah tidak bisa lagi melihat Menara legendaries yang ikut mewarnai perjalanan bangsa ini. Saya cuma nggak ingin kalau generasi sesudah saya hanya bisa melihat dari foto – foto dan video yang ada di internet.

Dari pemberitaan KBR68H, saya baru tahu kalau ada beberapa jejak sejarah yang tersisa di Bandara Kemayoran ini. Berdasarkan penuturan dari Asep Solahudin yang dikutip dari KBR68H, ada landasan pacu, menara kecil, menara besar, sumur tua, dan gardu listrik lama. Sementara itu di dekat Mega Glodok Kemayoran (MGK) ada terminalnya dan yang di dekat PRJ adalah hanggar pesawat.

Dari berita ini, saya juga baru tahu ada yang namanya Komunitas Tintin Indonesia (KTI) yang berupaya menyelamatkan bangunan bersejarah ini. Menurut KTI, menara ini penting dilestarikan karena tidak terpisahkan dari bandar udara tertua di Indonesia dan sebaiknya dijadikan cikal bakal Museum Kedirgantaraan Indonesia

Tapi yang jelas, berdasarkan SK Gubernur Jakarta No 475 Tahun 1993 tentang Penetapan Bangunan – Bangunan Bersejarah di DKI Jakarta Sebagai Bangunan Cagar Budaya, Menara ATC Kemayoran ini adalah salah satu dari sekian banyak cagar budaya di Jakarta. Sayangnya tidak  banyak masyarakat yang tahu, termasuk saya, kalau menara tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Menurut Dudi Sudibyo, Pengamat Cagar Budaya, seperti dikutip oleh Media Indonesia – menyatakan sebagai cagar budaya seharusnya tidak dijaga (security) oleh pihak lain, melainkan dijaga oleh Pemerintah. Dalam berita yang sama, juga dijelaskan oleh M. Misdianto, Pengurus Komunitas Tintin Indonesia, kalau ada informasi jika menara itu akan dihancurkan

Tak heran jika kemudian Komunitas Tintin Indonesia menggalang petisi “Selamatkan Menara Kemajoran, Komplek PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia”. Petisi yang baru didukung oleh 398 orang ini ditujukan kepada “Ex Airport Tower Kemayoran, Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia”. Saya kurang tahu kenapa petisi ini seperti tak banyak peminatnya. Tapi semangat dari petisi ini saya pikir layak didukung

Selamatkan-Menara-Bandara-Kemayoran

Sementara itu, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran (PPKK) Tabrie seperti yang dikutip oleh Kompas.com mengatakan jika PPKK ingin menjadikan kedua menara ini sebagai Museum Bandara Kemayoran, sementara lingkungan di sekitarnya akan dijadikan cagar alam. Bahkan saat ini juga sudah ada Team Perumusnya, sayangnya tidak terlampau didapat informasi bagaimana kelanjutan dari Rencana Museum ini.

Mudah – mudahan menara ini tidak lenyap, sehingga generasi mendatang masih bisa menyaksikan sisa – sisa kejayaan Bandara Kemayoran

Gambar diambil dari sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *