Lesehan, Sebuah Awal Sebab

Lesehan, duduk di bawah, mulai dikenal tahun 1980-an ketika di Yogyakarta sepanjang Malioboro jika malem ada penjual makanan yang tidak menyediakan bangku atau kursi. Pengunjung duduk di tikar yang terhampar. Meski duduk di bawah dalam pertemuan sudah dikenal jauh sebelumnya, maka ada duduk bersila atau timpuh, tapi kata lesehan hits sejak itu.

Nah lesehan di kereta tepatnya KRL adalah duduk di lantai kereta. Ya duduk meriung bisa juga sambil tidur. Asal mulanya kebiasaan ini mungkin dari penumpang kereta ekonomi. Bukan apa, ada masanya kereta yang melayani penumpang Jabodetabek masih sedikit. Lintasan yang masih satu rel, kecuali ke Bogor, menyebabkan kereta banyak menunggu di stasiun.

Jika sekarang kereta menunggu kereta depannya masuk stasiun berikut, maka dahulu tidak cuma itu. Menunggu kereta arah lawan. Bisa tabrakan adu banteng jika tidak. Inget tragedi Bintaro 1987 (?) terjadi karena menggunakan satu rel.

Jika sekarang waktu tunggu di stasiun normal 1-2 menit saja, waktu itu 5-15 menit biasa terjadi. Perjalanan THB-SRP yang sekarang kurang dari 40 menit, dulu bisa satu jam lebih. Ada sih yang ekspres, sekitar 30 menit, dengan tiket mahal dan tidak berhenti di semua stasiun.

Brh-QU0CQAANSx8.jpg largeNah kombinasi total waktu tempuh dan waktu tunggu oleh kereta ekonomi itulah ditengarai menjadi sebab kebiasaan duduk di lantai kereta. Apa coba nikmatnya berdiri di kereta yang sedang berhenti menunggu kereta lain melintas ? Tidak ada. Nah kalau duduk, lumayan. Apalagi jika ketemu teman sesama roker, duduk meriung jadi lebih nikmat.

Duduk di lantai juga memungkinkan lebih banyak aktivitas bersama. Aktivitas menunggu kereta diberangkatkan. Ya aktivitas menunggu. Makan minum, dulu banyak yang jualan di gerbong kereta, dan ngobrol bisa dilakukan juga sambil berdiri. Tapi main kartu, pijat misalnya hanya bisa dilakukan sambil duduk. Aktivitas seperti itu dulu sangat mudah ditemui.

Itu salah satu penyebab kebiasaan lesehan di kereta. Kebiasaan yang sekarang ini mengganggu dan ilegal. Bagaimana jalan keluarnya ? Kita bahas di tulisan berikut. Ini sudah masuk Stasiun Tanah Abang. Ciao

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *