Sayonara JR 103: Kenangan di Seputar JR 103

JR 103 adalah Rangkaian KRL buatan negeri sakura dari perusahaan JR East yang sengaja dibeli oleh PT. KAI untuk memenuhi armada KRL di Jabodetabek sekitar 2004. Saat itu, PT. KAI membeli 4 set JR 103 dimana 1 setnya terdiri dari 4 kereta jadi jumlah keseluruhan ada 16 kereta dengan 8 kabin, dan 8 kereta bermotor. Ada dua jenis JR 103 yg dibeli yaitu jenis kabin rendah dan jenis kabin tinggi

IMG-20160110-WA001

Selama di Jakarta, JR 103 berdinas dengan 4 kereta dan melayani lintas Bogor yang dahulu sering disebut south line yang awalnya juga masih menggunakan warna aslinya dari Jepang yaitu warna coklat. Seiring berjalannya waktu JR 103 mengalami perubahan warna dari awal warna coklat berubah menjadi biru, putih (livery KAI) dan terakhir berwarna merah (livery KCJ).

IMG-20160110-WA002

JR 103 juga mengalami perubahan operasi dari awal dinas di Jabodetabek sampai akhir 2013 masih melayani ‎lintas bogor yang masih menggunakan livery KAI atau warna putih. Namun pada saat itu 103 sudah mulai sakit-sakitan atau gangguan teknis, 2 set JR 103 pada saat ini di nyatakan TSGO (Tidak Siap Guna Operasi) karena mengalami gangguan yang cukup parah pada komponen Traksi atau penggeraknya.

IMG-20160110-WA000

Pada 2014, JR 103 memasuki masa Perawatan Akhir Lengkap atau PAL. JR 103.105 – 103.359 ini adalah gabungan antara 103 kabin rendah dan 103 kabin tinggi. JR 103 juga mengalami perubahan warna menjadi warna merah biasa disebut damkar atau sama dengan livery armada PT.KCJ yang saat ini sudah banyak berdinas di lintas Jabodetabek. Selang 2 minggu setelah selesai Perawatan Akhir, JR 103 masih beberapa kali berdinas di lintas bogor dan lintas bekasi, tetapi saat itu lebih sering dinas sebagai KA Feeder Manggarai-Duri.

IMG-20160110-WA008

Pada saat masih berdinas di lintas Bogor, ane beserta rekan rekan mau coba naik 103 yang baru selesai PAL, dengan sengaja ane tunggu berjam jam. JR 103 baru masuk stasiun manggarai sore itu dan ane ikut naik ke stasiun Jakarta Kota. Di dalam kereta kami pun membahas bermacam obrolan seputar 103 yang banyak orang bilang kereta ini panas dan AC gak berfungsi.

IMG-20160110-WA007

Saat tiba di stasiun Jakarta Kota, ane beserta rombongan tidak banyak pikir dan ingin naik JR 103 lagi dari stasiun Jakarta Kota menuju stasiun Manggarai. Sepanjang perjalanan dari stasiun kota sampai stasiun Mangga Besar kami sangat senang dan banyak bercanda dan tertawa ria namun apa mau dikata saat itu KRL yang kami naiki mengalami antrian selama 2,5 jam dari stasiun Juanda untuk sampai ke stasiun manggarai. *fyuuuuuuuuh

Selama perjalanan Juanda – Manggarai yang memakan waktu 2,5 jam itu, kami membantah banyak omongan orang yang bilang 103 itu kereta panas !! Kenapa, karena kami merasakan kedinginan yang amat sangat di dalam JR 103 tersebut.

IMG-20160110-WA004

Suasana pun yang tadinya ketawa ketiwi di dalam kereta berubah manjadi raut muka pucet ‘nahan dingin+nahan kencing’. Di dalam 103 pun berubah menjadi kereta komedi dimana banyak penumpang lain yang melakukan gerakan aneh untuk menghangatkan tubuhnya. Ada juga seseorang yang berdiam diri di dalam sambungan sambil berkata ‘disini anget loh’ wkwkwk bahkan yang lebih parahnya lagi ada seorang bapak bapak yang menutup seluruh tubuhnya dengan Koran.

IMG-20160110-WA005

Ane yang waktu itu bawa kamera gak nyianyiain momen langka itu, langsung jepret dan gak bisa nahan ketawa walaupun rasa dingin + kebelet kencing masih menyelimuti hahaha. Pada saat itu saya dan rekan rekan saya tidak akan melupakan kenangan konyol tersebut sampai kapan pun walaupun mulai 1 Januari 2016 ini, JR 103 sudah tidak lagi berdinas untuk selamanya di lintas Jabodetabek

Dan tepat di Jumat 8 Januari 2016, JR 103 di‎bawa dari Dipo Bukit Duri Manggarai menuju peristirahatan terakhirnya di Dipo Depok. Banyak Railfans di Jakarta melepas kepergiannya dengan duka cita. Ucapan selamat tinggal juga banyak di ucapkan oleh Railfans dari jepang dari akun FB bernama yukihiko inoue

Terima kasih atas informasi tentang seri 103. Saya sedih sekali. Karena waktu saya masih kecil, saya naik seri 103 di jalur Nambu setiap hari. Lalu saya suka not only motor soundnya but also compressor. Kapan seri 103 akan dibawa ke dipo Depok? Besok?

One thought on “Sayonara JR 103: Kenangan di Seputar JR 103

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *