Solusi Multi Fungsi Yang Nggak Pakai Antri di @CommuterLine

Abis baca ini;

Saya jadi terpikirkan betapa mudah dan multifungsi sekarang kalo naik CommuterLine. Gini, Jakarta dengan luas wilayah 663km2, dihuni oleh 10 juta penduduk, dengan 15 juta unit kendaraan. Tak heran jika kemacetan menjadi santapan sehari – hari dari warga Jakarta asli ataupun warga yang hendak mencari nafkah di Jakarta.

Dulu banget sekitar 2006, saya masih menggunakan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi utama sehari – hari ke Jakarta. Namun sejak 4 tahun yang lalu, saya mulai malas menggunakan kendaraan pribadi. Kebayang aja, dengan pertumbuhan kendaraan yang mencapai 8 % / tahun sementara ruas jalan cuma nambah 0,01% / tahun, maka yang terjadi adalah semakin macet. Dan sampai saat ini, situasi ini membuat saya membenci antrian yang lebih mirip parkir dan juga macet.

Saya pernah menggunakan shuttle bus yang disediakan oleh perumahan tempat saya tinggal, tapi koq yang tetap nggak efisien, tetap kena macet, dan mahal banget. Sampai akhirnya saya berpaling menggunakan @CommuterLine. Saya sempat loh mengalami jaman @CommuterLine punya 3 jenis kereta; yaitu kereta ekspress, kereta ekonomi AC, dan kereta ekonomi. Tentu saja saya juga menikmati jaman-jamannya tiket kertas. Tapi saya menikmati kereta yang anti macet dan sangat efisien dari sisi waktu.

Dua tahun yang lalu saat memulai situs ini, juga masih sama koq, bedanya cuma ada penyederhanaan jalur dan juga tinggal dua jenis kereta; kereta AC dan Kereta Ekonomi. Revolusi besar – besaran dimulai sejak 1 Juli 2013. Saat itu PT KCJ dan PT KAI memulai pembenahan dengan tarif progresif dan tiket elektronik.

Sejak awal diterapkannya tiket elekronik,saya memang sudah memilih jenis tiket multi trip. Sederhana, karena saya malas antri dimana pada saat itu, saya yakin banget antrian ke loket akan sangat padat. Pada suatu hari, PT KCJ mengumumkan bekerja sama dengan berbagai bank agar pembayaran tiket bisa lebih mudah dan nyaman, salah satunya dengan Bank BCA penerbit kartu Flazz. Sejak kartu Flazz bisa digunakan, saya memutuskan membeli Flazz edisi @CommuterLine. Saya suka sih ada kartu dengan edisi khusus bergambar @CommuterLine ini. Setidaknya ini bisa mengidentifikasi kita sebagai pengguna tetap dari @CommuterLine

flazz bca commuterlineBuat saya menggunakan kartu Flazz sangat memudahkan salah satunya dari sisi pengisian saldo. Karena di beberapa stasiun ada tempat pengisian kartu Flazz. Kalaupun nggak ada, saya tinggal pergi ke minimarket terdekat untuk mengisi ulang saldo Kartu Flazz. Lagipula kegunaan kartu Flazz juga bukan hanya berfungsi sebagai tiket naik @CommuterLine, tapi juga tiket TransJakarta. Soalnya saya saya sering juga menggunakan bus TransJakarta sebagai feeder selepas menggunakan @CommuterLine. Dengan adanya kartu yang multi fungsi ini, saya hanya perlu satu kartu untuk melakukan pembayaran bagi dua jenis moda transportasi utama di Jakarta.

Jadi, apa pilihan kamu untuk menghindari antrian?

8 thoughts on “Solusi Multi Fungsi Yang Nggak Pakai Antri di @CommuterLine

  1. nga diragukan jika memang commuter line merupakan pilihan yang terbaik, terima kasih artikelnya mas, bener juga yah kudu pake kartu flazz supaya lebih mudah

  2. iya jika tidak mau antri harus punya kartu berlangganan, saya juga pakai flazz ketika ingin naik commuter line 🙂

  3. Bang, aku minta punya abang aja deh ya. Flazz edisi KRL penting buat dikoleksi nih hehehe :mrgreen:

  4. iya bener mas saya jadi lebih mudah dan ga pake antri dengan kartu flazz ini, enaknya 1 kartu saja yah yang bisa dipake untuk semuanya jadi nga repot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *