Cynthia Febrina: “Kamu Hanya Butuh Secarik Kertas dan Pena”


Cynthia Febrina Maharani adalah nama lengkap dari penulis buku “Stasiun: Dua Kisah Satu Jalur” yang diterbitkan pada Mei 2013. Cynthia lahir di Bogor, 3 Februari 1992 dan saat ini tercatat sebagai Mahasiswa di Universitas Indonesia dan mendalami bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Ikuti perbincangan jakartabytrain.com dengan Cynthia tentang dirinya dan juga bukunya serta rencana penerbitan bukunya di akhir 2013 ini.

1. Sejak kapan tertarik dengan dunia tulis menulis?

Saya tertarik dengan dunia menulis dari kecil. Sejak umur lima tahun saya suka sekali jika orang tua saya atau kakak-kakak saya membacakan cerita. Sampai akhirnya saya bisa membaca dan memilih buku-buku yang saya sukai. Waktu kecil penulis favorit saya adalah Road Dahl. Saya juga senang membaca Tin-Tin dan kisah Donald Bebek bersama Paman Gober. Saya menulis karena menulis adalah hidup saya. Salah satu cara saya bernapas selain menghirup oksigen. Ketertarikan saya pada dunia menulis terjadi tanpa direncanakan. Saya jatuh cinta begitu saja sampai akhirnya saya tahu bahwa saya ingin berkarya di dunia tulis menulis, ingin menghasilkan sesuatu untuk dunia sastra.

2. Apakah ada satu hal yang menginspirasi sehingga membuat novel dengan latar belakang stasiun Bogor dan KRL?”

Sebagai pengguna kereta yang setiap harinya berinteraksi dengan orang-orang di Stasiun, menghabiskan setengah dari perjalanan setiap harinya di kereta, banyak hal yang menginspirasi saya untuk menulis buku ini. Kedekatan dengan beberapa penjual koran, pedagang asongan, dan untaian-untaian cerita yang saya alami di Stasiun mendorong saya untuk mengabadikan setiap kisah yang saya temui, saya lihat, atau mungkin saya rasakan ke dalam buku ini. Silakan dibaca di : http://writingisalife.tumblr.com/post/53349553912

3. Pesan apa sih yang ingin disampaikan dalam buku tersebut?

Tema yang saya ambil untuk buku ini adalah ‘embracing life’. Saya ingin menceritakan hidup dari sisi yang sederhana, mengajak orang lain yang membaca untuk melihat hal-hal kecil yang seringkali luput dari pandangan kita tanpa menyadari bahwa hal-hal kecil dan sederhana itu justru mengajarkan kita banyak hal. Pelajaran mengenai hidup memang tidak bisa kita dapat tanpa kita mengalami dan merasakan sendiri. Jadi, melalui buku ini, saya berharap dapat mengajak pembaca untuk berani mengalami dan merasakan.

Cynthia-Febrina-Maharani

4. Berapa lama membuat buku tersebut? Adakah kesulitan dalam membuat buku tersebut?

Proses menulis buku ini sendiri kurang lebih selama 3-4 bulan. Proses yang cukup cepat karena sebelumnya ide untuk menulis buku berlatar belakang stasiun sudah mengendap dalam draft-draft yang saya buat sejak satu tahun yang lalu. Kesulitan paling besar yang dihadapi tentu saat editing process. Bukan hal yang mudah untuk membaca kembali tulisan kita, menurunkan ego, dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam naskah. Karena hal yang sulit sekali untuk bisa bersikap objektif terhadap diri sendiri.

5. Kalau boleh tahu siapakah penulis idola Cynthia dan apa punya alasan khusus?

Penulis favorit saya dari Indonesia cukup banyak. Saya cenderung lebih menyukai sastra lama ketimbang tulisan-tulisan modern. Saya sangat menyukai tulisan-tulisan Pramoedya Ananta Toer. Buku-buku Pram didukung oleh setting yang sangat indah, saya suka membayangkan suasana di masa lalu ketika membaca buku-buku Pram. Saya juga penggemar Dewi Lestari, buku Filosofi Kopi adalah salah satu karya Dee yang tak akan pernah bosan untuk saya baca untuk kesekian kali. Gaya bahasa Dee sangat ajaib dan menyihir. Baru-baru ini saya juga menyukai tulisan-tulisan Ayu Utami. Menurut saya Ayu Utami lebih pintar dari politikus mana pun. Jika dari luar Indonesia, saya adalah penggemar berat Haruki Murakami, cara Haruki Murakami dalam mendeskripksikan sesuatu sangat detail, karakterisasi yang tidak sempurna pada tokoh-tokoh yang dibangun Murakami membuat cerita-ceritanya tidak pernah membosankan.

6. Buku itu selain di jual di toko buku Gramedia apa bisa diperoleh di toko buku online? Bagaimana dengan e booknya?

Kebetulan tidak ada versi e-book untuk buku stasiun, buku ini hanya dijual dalam bentuk fisik saja. Untuk pemesanan online bisa dilakukan di @pengenbuku, @inibuku, dan lain-lain. Untuk lebih lengkapnya bisa ditanyakan ke pihak @_PlotPoint.

7. Jadi penulis itu susah nggak? Mau dong kiat– kiatnya2

Tidak ada yang sulit dijalani jika kita memiliki rasa cinta yang besar terhadap sesuatu, apalagi dalam menulis. Kamu hanya butuh secarik kertas dan pena, atau pertemuan jari tanganmu dengan keyboard. Itu cukup. Tapi yang paling penting adalah riset. Jangan pernah takut untuk mengalami dan merasakan setiap hal yang terjadi dalam hidup, jangan pernah takut untuk mencoba dan melakukan kesalahan. Itu prinsip yang saya pegang selama ini. Jika ingin menulis, maka menulislah, segera dimulai dan tidak perlu ditunda. Ohya, satu hal lagi, perbanyak bahan bacaan karena akan membantu sekali dalam memperkaya wawasan, kosakata, serta belajar cara bercerita yang baik.

8. Punya rencana menerbitkan buku lagi?

Buku baru direncanakan akan tebit sebelum akhir tahun 2013. Ceritanya sudah keluar dari latar belakang Stasiun dan KRL. Naskahnya kebetulan sudah ditulis jauh-jauh hari sebelum saya menulis Stasiun.

9. Terakhir, dari 63 stasiun KRL di Jabodetabek, stasiun mana yang Cynthia suka dan kenapa?

Stasiun yang paling saya suka tentu Stasiun Bogor. Karena Bogor adalah rumah saya. Rasanya bahagia sekali jika selepas kuliah kemudian saya naik kereta dan tiba di stasiun ini. Saya juga akrab dengan beberapa orang di Stasiun Bogor. Mungkin karena itulah saya merasa nyaman. Jika boleh memilih dua, saya juga suka dengan Stasiun Sudirman. Entah kenapa, wajah-wajah orang yang hendak bekerja dan turun di Stasiun Sudirman setiap pagi selalu memberikan saya semangat tersendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s