Belajar dari Kecelakaan KRL di Bintaro


Kecelakaan KRL kemarin siang yang terjadi di sekitar Pondok Betung telah mengambil 6 nyawa penumpang KRL. Sementara belasan korban lainnya masih menjalani rawat inap di berbagai Rumah Sakit di sekitar daerah kecelakaan tersebut.

Teman saya, mas @adi_abaw telah menuliskan dengan baik posisi hukum mengenai kasus kecelakaan KRL kemarin. Sepanjang yang saya tahu, kereta api mirip seperti Malaikat, perjalanannya sama sekali tidak bisa diganggu. Karena sekalinya diganggu, akibatnya bisa sangat fatal, kemarin kita sudah tahu bahwa ada 86 orang yang menjadi korban dalam kecelakaan kemarin.

Karena posisi kereta dari semua sudut hukum sangat kuat, maka apapun yang terjadi, pada prinsipnya, kesalahan bukan pada keretanya, terkecuali ditemukan hal – hal lain, dimana masinis atau petugas kereta lain lalai dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, dari sisi bahasa agak janggal menggunakan kereta menabrak truk tanki, karena mestinya truk tanki menabrak kereta.

Namun, dalam kasus ini, telah dikonfirmasi oleh Polisi jika Truk Tanki Pertaminalah yang menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan tersebut. Namun, peristiwa ini tidaklah bisa dilihat secara hitam dan putih, karena salah satu penyebabnya adalah soal kemacetan yang memang akut terjadi di wilayah kecelakaan tersebut. Tak heran jika dalam laporannya, vivanews menyebutkanTruk tangki melaju dari arah timur ke barat. Sampai di perlintasan rel, terdengar bunyi lonceng. Namun, truk tangki tak bisa melaju karena ada kemacetan di depannya,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto.

Dari titik ini sebenarnya bisa diambil asumsi sebagai berikut

  • Saat truk melintasi rel, KRL belum lagi lewat.
  • Namun, supir truk, sebagaimana pengemudi kendaraan lainnya, nekat melintasi rel kereta meski belum cukup aman karena kendaraan di depannya belum lagi bergerak
  • Akibatnya truk terjebak di tengah perlintasan rel kereta
  • Peringatan berbunyi, namun posisi truk tidak berubah, masih berada di tengah perlintasan rel kereta, karena terjebak macet dan kendaraan di depan truk tidak bergerak.
  • Bisa ditebak, ketika KRL melintas, maka kecelakaan tak dapat lagi dihindarikan

Dari asumsi ini, menurut saya harus jadi pembelajaran bersama. Baik pemerintah ataupun PT KAI dan PT KCJ sebagai operator dan pemilik infrastruktur kereta di Jabodetabek. Intinya yang saya mau bilang keselamatan orang harus menjadi prioritas pertama bagi para pemegang kuasa di masalah ini.

Masalahnya apakah keselamatan orang telah menjadi prioritas? Saya rasa belum, salah contohnya ya perlintasan sebidang rel kereta tadi. Sudah lama diketahui, jika perlintasan sebidang rel kereta, terutama di Jabodetabek, sangat rawan dan berbahaya. Contohnya bisa dilihat disini dan disini.

Mengenai perlintasan sebidang ini, Kemenhub dalam situs resminya menyatakan bahwa untuk mengatasi persoalan di perlintasan sebidang tersebut memerlukan penanganan lintas sektor dan bekerja sama dengan Pemda. Pada 5 April 2013, Kompas melaporkan bahwa berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, terdapat 509 perlintasan sebidang di Jabodetabek. Sebanyak 309 adalah perlintasan sebidang resmi terdiri atas 158 lokasi dijaga oleh petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero), 28 lokasi dijaga secara swadaya masyarakat, dan 123 lokasi tidak dijaga. Ada 200 perlintasan sebidang ilegal.

Artinya masalah ini telah lama diketahui, tapi hingga saat ini belum ada solusi permanen yang telah diambil dan diimplementasikan dengan segera.

Hal lain soal keselamatan orang yang menjadi tanggung jawab PT KAI dan entah kenapa sepertinya tidak terlampau diperhatikan adalah mobilitas penumpang di dalam stasiun. Cukup banyak stasiun KRL di jabodetabek yang mobilitas antar peron justru melewati perlintasan rel kereta. Hal ini sebenarnya juga membawa potensi kecelakaan yang cukup rentan terjadi.

Namun, pertanyaan besarnya dengan semua kejadian ini, apakah keselamatan manusia tetap menjadi prioritas terakhir dan hanya berakhir di meja diskusi? Mari kita tunggu aksi dari Pemerintah dan juga PT KAI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s