Tegar Mardhika yang Tegar Mengabarkan @kabarbaikdariCL


Beberapa waktu lalu, kami berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan pemilik akun @kabarbaikdariCL, Tegar Mardhika. Di tengah-tengah sorotan tentang buruknya layanan dari CommuterLine, Mas Tegar dengan akun @kabarbaikdariCL berupaya untuk mengabarkan hal – hal yang nggak mainstream yaitu mengenai berbagi kabar baik yang terjadi di CommuterLine

Simak yuk, wawancara dengan mas Tegar

1. Halo mas Tegar, boleh cerita sedikit tentang anda (termasuk sejak kapan menggunakan KRL dan menggunakan KRL di jalur mana) ? Dan sejak kapan membuat akun @kabarbaikdariCL?

Hai..

Saya saat ini bekerja di di 97,9 FeMale Radio Jakarta, sebagai Asisten Program Director. Jam kerja saya mengharuskan saya sudah ada di kantor jam 7 pagi setiap harinya. Padahal tempat tinggal di Bogor. Jadi setiap hari saya PP Bogor-Jakarta.

Awalnya saya adalah seorang busmania. Alias naik bus kemana-mana, hehehe.. Saya agak lupa persisnya kapan switch ke KRL, tapi kalau tidak salah sekitar bulan Maret-April. Waktu itupun karena tidak disengaja..

Ceritanya sekitar waktu itu, Terminal Bus Baranangsiang, Bogor ada rencana untuk direnovasi total, karena itu akan dipindahkan dan dipecah ke beberapa Terminal Bus yang ada di Bogor. Sejak saat itu, kondisi Terminal jadi tidak nyaman, bukan karena renovasi akan dimulai, tapi karena ada beberapa perlawanan dari para pengusaha bus yang tidak mau dipindahkan. Wajar saja sebenernya. Namanya juga orang cari makan, pasti akan ada keberatan jika dipindahkan

Sejak saat itu, banyak demo yang dilakukan di terminal. Bukan hanya demo saja, tapi juga aksi mogok. Jadi beberapa kali saya subuh-subuh mau berangkat kerja, bus tidak ada yang datang, karena ternyata akan ikut demo. Beberapa kali seperti itu, akhirnya saya disarankan untuk naik kereta.

Awalnya saya tidak terbiasa naik kereta, karena selain lokasi Stasiun di Bogor yang biang macet setiap harinya, saya pikir juga lebih jauh ke tempat kerja saya di daerah Blok M (Biasanya saya naik Agra Mas dari Bogor, turun di Lebak Bulus, lanjut naik ojek ke Blok M untuk mengejar jam 7 tadi itu)

Tapi karena belakangan bus sering tidak ada di Terminal, akhirnya suatu hari saya mencoba untuk naik kereta. Waktu itu masih Rp. 9000 PP Bogor-Sudirman, yang naik pun belum sebanyak saat ini, karena kereta ekonomi juga masih ada. Sejak saat itulah sampai sekarang saya naik kereta setiap harinya. Jadi boleh dibilang masih baru banget sebagai Anak Kereta. Hehehe..

Sebagai anak baru di Kereta, pasti cari-cari info tentang perkeretaapian. Mulailah follow beberapa akun kereta di Twitter, awalnya sih buat update aja kalau ada gangguan segala macam. Karena dari dulu, walaupun saya bukan anak kereta awalnya, sudah tahu kalau naik kereta itu cukup ‘horor’ dengan segala macam gangguan dan padatnya penumpang

Nahhh.. tidak berapa lama, PT KAI melakukan beberapa perubahan: e-ticketing, tarif bersubsidi, tarif per stasiun, tidak boleh naik di atap kereta lagi, stasiun yang lebih modern, tidak ada lagi tukang dagang dan pengamen/pengemis dan masih banyak lagi

Beberapa perubahan itu saya nilai sangat positif, tapi ternyata tidak untuk banyak orang lainnya. Mulailah timeline di Twitter penuh dengan cacian, keluhan, dan omelan para pengguna krl.. tidak hanya di dunia maya saja, di dunia nyata juga. Hampir setiap hari ketika naik kereta, ada saja orang yang mengeluh, ngomel, dan bawel tentang kereta saat ini..

Terlebih ketika kereta ekonomi mulai dihapuskan, semakin banyak lagi orang-orang yang mengeluh dan bikin hati panas setiap kali mendengarnya.

Saya sendiri berusaha untuk tetap tenang dan tidak emosi menjalani setiap harinya. Toh saya berpikir, ‘Kita kan punya pilihan. Kalau udah tahu kereta penuh, ya ngga usah naik. Kalau tahu kereta suka terlambat, ya ngga usah naik. Dan segala macamnya..’ Sampai akhirnya suati hari saya muak melihat timeline di twitter yang isinya segala macam keluhan orang-orang setiap harinya. ‘Pada ngga capek apa, setiap hari mengeluh, ngomel, dan mencaci?’

Disinilah saya terpikir untuk tidak hanya menjadi ‘penikmat’ kehidupan perjalanan kereta setiap harinya. Tapi saja juga ingin menjadi ‘pembuat cerita’ untuk kehidupan orang-orang yang punya rutinitas yang sama dengan saya yang setiap harinya naik kereta..dan kemudian saya membuat sebuah akun Twitter, @kabarbaikdariCL 🙂

2. Punya alasan khusus kenapa buat akun tersebut? Karena misinya agak nggak mainstream, dimana banyak komplain terhadap layanan KRL?

Alasan saya membuat akun @kabarbaikdariCL sebenernya sederhana: masa iya sih semua penumpang KRL adalah orang-orang yang sukanya ngomel, ngeluh, dan mencaci maki? Padahal tiap hari toh mereka juga naik KRL..

Masa iya ngga ada orang-orang yang mengalami ‘hal baik’ ketika di KRL? Padahal para penumpang KRL juga terkenal dengan ‘solidaritas’-nya. Karena setiap hari punya rutinitas yang sama, jadi beberapa orang selalu ketemu di jam yang sama, sehingga terbentuklah komunitas..

Beberapa hal baik di tweet-tweet yang di RT oleh @kabarbaikdariCL adalah peristiwa2 yang saya alami sendiri ketika naik KRL. Tentunya saya nge-tweet pakai akun pribadi, dan kemudian di RT. karena sebisa mungkin cerita2 yang di-RT adalah langsung dari para penumpang KRL

Awalnya, saya memention beberapa akun kereta yang sudah ada terlebih dahulu, untuk tahu bagaimana respon para admin dengan akun @kabarbaikdariCL. Beberapa ada yang me-RT, sehingga followernya juga terinfokan dengan akun ini..

Seperti yang sudah saya tebak, banyak yang menyangsikan akun ini, dengan mengatakan, ‘Tidak mungkin ada yang positif dari CL ini, karena payahnya pelayanan, bla, bla, bla..’

Justru dengan respon seperti ini jadi membuat saya lebih semangat lagi, ‘Masa iya semua penumpang KRL ngga ada yang punya pikiran positif? Apa iya semuanya tukang ngomel?’ Ternyata dengan banyaknya respon negatif, justru mengundang perhatian orang. karena setelah itu ada beberapa orang yang juga ikut menyampaikan beberapa kabar baik ketika naik KRL

Beberapa twit awal menceritakan ketika mereka naik CL, AC-nya dingin, jadwalnya tepat, atau ketika ada gangguan, masinisnya menginfokan, bahkan ada beberapa yang memberitahu petugas-petugas PKD yang ramah dan sigap membantu penumpang, ada juga yang merasa dibantu penumpang lain ketika rebutan masuk kereta. Dan banyak lagi hal-hal baik lainnya..

Walaupun tentu juga banyak yang ‘nyinyir’ ketika mereka mengeluh dengan CL yang sedang mereka tumpangi.

Saya memang hanya meng-RT twit-twit yang bernada positif, dan mengabarkan kabar baik saja. Saja juga tidak membalas twit-twit negatif yang berisi keluhan orang-orang. Karena saya memang berkeinginan menghiasi timeline di twitter dengan kabar baik saja.

Kalau keluhan, cacian, dan omelan.. itu sudah dilakukan oleh akun lainnya. Hehehe..

Tegar Mahardhika

3. Kenapa dan ada alasan apakah membuat kampanye #gantianduduk di twitter?

Untuk #GantianDuduk sendiri, sebenarnya sudah terpikirkan dari awal ketika membuat @kabarbaikdariCL, tapi waktu itu berpikir, karena followernya sedikit, pasti tidak akan efektif penyebarannya..

Tapi karena sekian lama followernya ngga nambah-nambah juga (hehehe..) akhirnya saya nekat untuk mencoba mengajak para penumpang KRL untuk ikutan #GantianDuduk ini.

Awalnya, kenapa kepikiran membuat #GantianDuduk ini, karena persoalan duduk ini ternyata jadi yang utama buat para penumpang KRL. apalagi ketika jam-jam sibuk. Saya sendiri dari awal memang sudah terbiasa gantian duduk dengan penumpang lainnya. Karena saya dari Bogor, dan biasanya naik yang jam 05:16, pasti saya dapet duduk. Karena saya biasanya jam 05:00 sudah sampai di Stasiun..

Kembali ke persoalan duduk,

Orang yang dapat duduk ini selalu jadi bahan ‘nyinyiran’ orang-orang yang berdiri, karena mereka tidak dapat duduk. apalagi kalau sudah ada gangguan, atau padatnya penumpang yang sudah berlebihan

Ada beberapa orang yang selalu bawel dan menyindir orang-orang yang dapet duduk ini dengan kata-kata yang malah membuat penumpang lainnya tidak nyaman. Bayangkan di jam subuh itu, ketika orang-orang ingin mencuri waktu tidurnya di perjalanan, tapi harus mendengar keluhan dan omelan dari orang yang berdiri ini..

Tapi lucunya, ketika orang-orang yang mengomel ini dapat duduk, mereka diam dan bahkan sibuk dengan gadgetnya. Hilang semua omelan dan nyinyiran tadi. Hahaha..

Dan rata-rata, kalau sudah dapat duduk, mau CL ac-nya mati, ada gangguan, padetnya penumpang, jarang yang mengeluh. Iya kan?

Jadi saya pikir.. Kalau orang dapet duduk, potensi bawel dan ngomelnya akan berkurang. Kebangetan banget kalau udah duduk masih ngomel dan ngeluh.

Dari situlah saya berpikir untuk membuat #GantianDuduk ini.

Gantian duduk ini berbeda dengan dapet duduk karena orang yang duduk sudah sampai di stasiun tujuannya. Gantian duduk ini ketika kita memberikan kursi kita kepada orang yang berdiri didepan kita, walaupun stasiun tujuan kita masih jauh. Saya sih biasanya menyarankan setengah stasiun kita gantian duduk. Lagian, duduk lama-lama juga pegel koq sebenarnya

4. Sejauh ini, bagaimana anda memandang keberhasilan kampanye #gantianduduk ?

Ketika saya pertama kali membuat #GantianDuduk ini (belum ada sebulan kalau dihitung sampai hari ini), banyak sekali respon yang masuk. bahkan follower yang tadinya hanya belasan, dalam hitungan beberapa jam bisa sampai ratusan (ngga perlu beli follower kalau gitu, hehehe..)

Tentu saja banyak juga yang lagi-lagi nyinyir dengan gerakan ini, tapi yang bikin semangat, ngga sedikit juga orang yang mendukung gerakan ini. Terbukti ada beberapa orang yang mulai nge-tweet ketika mereka gantian duduk. Bukan karena sudah sampai stasiun tujuan, tapi karena mereka memang mendukung gerakan ini..

Target saya dengan gerakan ini memang menyasar orang-orang muda yang peka teknologi dan gadget, terutama twitter ya pastinya. Secara kalau sudah masuk CL, yang dipegang itu gadget dulu, baru pegangan di dalem kereta. Hehehe..

Laki-laki dan perempuan juga sama-sama pengen saya libatkan. Karena terkadang banyak juga perempuan yang tidak mau gantian duduk dengan laki-laki di depannya. Padahal, mau laki-laki juga kalau berdiri dari Tanah Abang – Bogor, pegel juga rasanya. Hehehe..

Saya sih tidak memasang target keberhasilan apa-apa dengan #GantianDuduk ini. Karena toh ini gerakan bersama dengan kesadaran sendiri. Tapi kalau boleh ngomongin keinginan, saya mengimpikan jika suatu saat nanti, di satu gerbong, di salah satu stasiun, tiba-tiba yang duduk, berdiri bersamaan, memberikan duduk kepada orang didepannya, dan ngetwit dengan #GerakanDuduk 🙂

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. @NaikUmum says:

    bagus, melestarikan dan mengembangkan kabar baik akan membuat suasana tidak baik akan menjadi baik.

    sekedar info, pak M Akbar (Kadishub DKI yang baru, pengganti Udel Pristono) juga pengguna CL dari Bogor dan….. melakukan aksi #GantianDuduk

    hal ini ga sengaja terungkap ketika saya BBM ybs mengenai info “KRL lancar pak”
    dan dijawab “betul, saya sudah masuk Pasarminggu…sayang yang mau gantian duduk sedikit”

    Like

    1. Anggara says:

      widih, keren ituh

      Like

      1. @NaikUmum says:

        apanya? komentar gw?? makasih makasih *nyengir*

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s