Sejarah Pembangunan Kereta Rel Listrik di Jakarta

Pernahkah terbayang lokasi Stasiun Commuter Line dibangun pertama kali di Jakarta? Yang jelas, stasiun pertama bukanlah Stasiun Jakarta Kota ataupun Stasiun Tanjung Priok. Stasiun pertama yang dibangun di Jakarta adalah Stasiun Batavia Noord. Menurut Ensiklopedi Jakarta, stasiun Batavia Noord berlokasi di belakang Museum Sejarah Jakarta. Sementara menurut situs Arkeologi, lokasi Stasiun Batavia Noord terletak di tempat yang saat ini dikenal sebagai Gedung Bank BNI 1946 di Jakarta Kota.

Stasiun Batavia Noord konon merupakan stasiun kecil yang rapi dan sedikit jalur, namun stasiun Batavia Noord menjadi stasiun awal dalam pengembangan jalur kereta antara Jakarta dan Bogor. Pembangunan jalur kereta antara Jakarta dan Bogor dilakukan oleh NIS (Nederland Indische Spoorweg Maatschappij) pada 1870. Javabode, sebuah koran lokal saat itu, pada 15 September 1871 memberitakan pembukaan jalur kereta pertama di Jakarta.

Pada awal abad ke 20, beberapa wilayah di selatan Jakarta mulai berkembang, ditandai dengan pembangunan Weltevreden (Jakarta Pusat), dan dibangunnya kawasan Gondangdia, Menteng dan Kramat. Pembangunan tersebut berakibat pada berkembangnya kawasan Meester Cornelis (Jatinegara). Karena perkembangan itu, kebutuhan untuk menambah kapasitas jaringan kereta di Jakarta semakin terasakan. Kemudian, dimulailah pembangunan Stasiun Gambir, Manggarai, Kemayoran, Pasar Senen, Tanah Abang, dan Jatinegara.

Tidak hanya membangun stasiun baru, tapi disadari juga ada kebutuhan untuk melakukan elektrifikasi jalur kereta di Jakarta. Wacana elektrifikasi kereta di Jakarta pun didiskusikan pada 1917 oleh para ahli dari Staats Spoorwegen. Kemudian, mereka menyimpulkan elektrifikasi jalur kereta di Jakarta akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Tahap pertama elektrifikasi kereta pada 1923 dimulai dari jalur Tanjung Priok – Meester Cornelis (Jatinegara) yang elektrifikasinya selesai pada 24 Desember 1924. Pada hari perayaan ulang tahun ke 50 Staats Spoorwegen, 6 April 1925, pemerintah Hindia Belanda meresmikan elektrifikasi jalur kereta dan membuka Stasiun Tanjung Priok sebagai stasiun baru.

Stasiun Tanjung Priok pada saat itu merupakan stasiun termegah di Asia Tenggara dan digunakan untuk melayani para penumpang dari Pelabuhan Tanjung Priok yang hendak menuju Jakarta. Tak heran, jika Stasiun Tanjung Priok juga dilengkapi dengan fasilitas penginapan dan restoran.

Pada 1 Mei 1927, elektrifikasi jalur kereta di Jakarta telah selesai dan Stasiun Jakarta Kota yang sempat ditutup pada 1926 mulai dioperasikan kembali pada 8 Oktober 1929. Pada 1930, elektrifikasi pada jalur Jakarta dan Bogor juga telah selesai. Pengoperasian Kereta Rel Listrik di Jakarta merupakan tonggak dimulainya sistem transportasi massal modern yang pertama di Asia.

5 Comments Add yours

  1. awan says:

    artikelnya bagus dan menambah wawasan. kalau boleh tahu, sumbernya itu dari mana saja ya kak? terima kasih

    Like

  2. Anggara says:

    @awan

    Sebagian sudah di taruh di link, sebagian saya membacanya di papan pengumuman dan dicatat dengan tulisan tangan 🙂

    Like

    1. awan says:

      hoo.. papan pengumumannya ada di mana kak? kebetulan saya lagi cari data soal sejarah KRL.hehe

      Like

      1. Anggara says:

        @awan

        Dulu banget, saya bacanya di Stasiun Tanjung Priok (kalau nggak salah ya). Kalau mau googling sebenarnya cukup banyak artikel di media mainstream untuk bisa dijadikan referensi 🙂

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s