Beragam Keraguan soal Penetapan Jadwal Baru @CommuterLine


Kali ini, entah kenapa PT KCJ sudah mengubah jadwal KRL beberapa kali, sejak diumumkan akan ada perubahan Gapeka 2014. Yang saya ingat ada sekitar 3 kali ada perubahan jadwal melalui situs resminya. Seingat saya, pertama kali diumumkan adalah jadwal pada 28 Mei 2014, terus kemudian berubah sekira 1 atau 2 Juni 2014, lalu berubah lagi pada 3 Juni 2014. Entahlah, mungkin juga cuma dua kali.

Tapi yang jelas, setiap ada perubahan jadwal di situs PT KCJ, saya selaku melakukan update perubahan jadwal KRL juga di situs ini. Bukan masalah ribet mengubahnya, tapi karena disini saya membagi jadwal KRL berdasarkan jalur KRL yang ada. Berdasarkan file – file yang saya punya sih, jadwalnya sudah saya ubah sampai 3 kali.

//platform.twitter.com/widgets.js

Soal berapa kalinya mungkin nggak terlampau penting sih, tapi kalau lihat berita yang sempat difoto ini

//platform.twitter.com/widgets.js

Saya agak ragu, apakah jadwal yang sudah ada cukup fix untuk dijadikan sebagai patokan perjalanan. Tapi dari pernyataan Direktur Komunikasi PT KCJ, Makmur Syaheran dan juga Direktur Jenderal Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko, ada kemungkinan akan berubah kembali, mengingat PT KCJ dan Kementerian Perhubungan akan terus melakukan evaluasi terhadap jadwal perjalanan KRL.

Sebenarnya yang jadi pertanyaan adalah apakah PT KAI dan PT KCJ sudah punya data jumlah penumpang KRL per hari, per stasiun, dan per jamnya? Baik untuk keberangkatan dan juga kedatangan? Rasa – rasanya kalau melihat pernyataan diatas, selalu yang disodorkan adalah angka rata – rata penumpang KRL perhari saja sejumlah 650.000 orang.

Berapa fixnya? Nah data yang didapat bisa bermacam – macam. Misalnya pada 5 Agustus 2013, Direktur Utama PT KAI menyatakan jumlah penumpang KRL sudah mencapai 575.134 orang/hari setelah diberlakukannya tarif baru KRL. Sementara itu pada 2 September 2013, jumlah penumpang KRL, disebutkan oleh Direktur Utama PT KAI, mencapai 600 ribu orang/hari. Sementara itu pada 4 Juni 2014, disebutkan oleh Direktur Operasional PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Apriyono, jumlah penumpang KRL mencapai 600 ribu orang/perhari. Catatan yang dipunyai Warta Kota juga praktis nyaris tidak berubah dari angka 600 ribu.

Perhatikan, hampir sejak 2 September 2013 hingga saat ini, baik PT KCJ dan PT KAI tidak pernah mengumumkan secara resmi angka pasti jumlah penumpang KRL per hari. Sementara itu, kalau baca Data BPS jumlah penumpang kereta api di jabodetabek pada Maret 2014 sudah berjumlah 16 juta orang lebih. Saya nggak tahu, apakah kereta api ini adalah hanya KRL atau termasuk kereta lokal.

Banyak informasi yang nggak tersedia yang justru dibutuhkan oleh konsumen untuk melakukan analisis mengapa dengan adanya jadwal baru akan tetapi keterlambatan makin sering. Misalnya, coba saja cari data seperti

  1. Jumlah penumpang KRL secara keseluruhan perhari dan perbulannya
  2. Jumlah penumpang KRL /perhari/stasiun/jam yang masuk dan keluar dari gate
  3. Jumlah waktu keterlambatan KRL /hari/stasiun/jam baik untuk keberangkatan dan juga kedatangan
  4. Apa penyebab dari masing – masing keterlambatan KRL tersebut.

Kalau saja data dan informasi itu di rilis oleh PT KAI dan PT KCJ, saya yakin kalau penumpang KRL sebagai stakeholder juga akan membantu mencarikan solusinya. Entahlah, apakah data itu ada dan tersedia sebagai informasi public, atau jangan – jangan data itu tak pernah ada, sehingga pembuatan jadwal KRL hanya berdasarkan asumsi belaka.

Sebenarnya kalau data itu tersedia, juga bisa digunakan oleh PT KAI dan PT KCJ sebagai basis data untuk pemetaan baik desain stasiun ataupun kebutuhan pintu elektronik serta loket tiket.

Tapi sekali lagi, sangat disayangkan data seperti itu tidak ada dalam situsnya

6 Comments Add yours

  1. Russel Ronggowarsito says:

    Dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang KRL saya sendiri berharap berbanding lurus dengan meningkatnya pelayanan. Tetapi kenyataannya bertolak belakang. Saya paham pihak terkait sedang melakukan perubahan dan saya mengapresiasi hal tsb. Tetapi alangkah baiknya jika inti masalah utama KRL selama ini diperbaiki terlebih dahulu. Tidak perlu menghibur penumpang dgn embel embel jadwal baru yang kenyataannya diikuti dgn keterlambatan yg semakin jadi.

    Like

    1. Anggara says:

      Sepakat pak, tapi kita perku tahu juga blue print rencana perbaikan layanan KRL 🙂

      Like

  2. Bibin says:

    Data tapping penumpang itu rahasia tidak ya? Sama pertanyaannya: berapa sih tepatnya jumlah penumpang KRL?

    Berapa pendapatan PT KCJ dari mengoperasikan KRL? Masih gelap.

    Sementara dari pemerintah ada KSO. Adanya KSO tentu krn dianggap perlu mensubsidi harga. Artinya perusahaan, tanpa KSO gak bisa beroperasi.

    Nah ini titik temunya: dianggap miskin padahal kaya, itu membuka banyak peluang. Dibiarkan tetap ‘sepertinya miskin’ biar peluangnya semakin besar.

    Atau krn udah terkenal miskin, biar tetap miskin ada yang ngejagain tuh.

    Please, ini negative thinking. Tapi siapa tahu khan.

    Like

    1. Anggara says:

      Data itu, imho, masuk kategori informasi publik. Bukan informasi yg dirahasiakan. Dana PSO cuma subsidi 1000 dan 500 rupiah saja koq. Tanpa subsidi perusahaan masih bisa beroperasi

      Like

      1. Bibin says:

        Ya 1000 dan 500 itu khan per penumpang. Brapa pnp sebenarnya? Lihat gak?

        Jadi penting untuk tetap membuat ragu jumlah pnp bukan?

        Itu jg jadi pemicu untuk lebih mengejar jumlah pnp dibanding perbaikan layanan.

        Like

      2. Anggara says:

        A benar, harus tahu juga jumlah penumpang 🙂

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s