Kisah Tak Sampai: Menelusuri Jejak Menara Bandara Kemayoran


Berawal dari informasi mengenai Tintin dan keberadaan Menara Bandara Kemayoran, lalu saya mulai mencari titik perkiraan dari Menara Bandara Kemayoran ini. Yang jelas patokannya adalah Jakarta International Expo yang kalau menurut peta dari Google Map cukup perlu jalan kaki 19 menit dari Stasiun Rajawali.

Awalnya saya cukup excited mengingat akan berkunjung ke menara ATC yang kalau (lagi – lagi) menurut gambar ada dua buah. Dan saya cukup yakin akan bisa menjelajahi kedua menara tersebut dan menceritakannya kembali disini

Sabtu pagi 14 Juni 2014, saya sudah bersiap di Stasiun Tanah Abang untuk menunggu @CommuterLine yang akan membawa saya menuju Stasiun Rajawali. Di kepala saya sudah tergambar apa saja yang akan saya foto dari Menara yang legendaris tersebut. Dan sesampainya di Stasiun Rajawali, saya bertanya kepada Petugas Keamanan Dalam (PKD) yang ada di Stasiun Rajawali tentang cara menuju JI EXPO. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kita cukup naik Mikrolet No 53 dari jalan Industri dan dia akan berhenti di dekat pintu masuk JI Expo.

Tak perlu waktu lama bagi perjalanan dengan Mikrolet menuju JI Expo. Dari situ sayapun bertanya kepada beberapa orang mengenai lokasi dari Menara ATC Bandara Kemayoran. Tukang Ojeg yang ada di dekat JI Expo malah bilang kalau lokasinya jauh dan berada di dekat Mega Glodok Kemayoran. Tentu saja saya tersenyum mendengar penuturan dari Tukang Ojeg itu, karena yang saya tahu lokasinya mestinya dekat dari JI Expo. Dari penduduk lokal, saya ditunjukkan arahnya yang ternyata dikeliling sama pagar tinggi yang saat di dekati adalah waduk. Entahlah waduk beneran atau tidak tapi yang jelas dari kejauhan terlihat menara legendaris tersebut

menara-bandara-kemayoran

Kening saya berkerut, karena dari gambar yang saya taruh diatas, sebenarnya ada dua. Tetapi dari yang saya lihat ternyata cuma ada satu menara. Saya hanya berpikir, mungkin saja tertutup pepohonan yang cukup rimbun. Karena lokasinya berada di seberang waduk, maka sayapun berjalan mengelilingi tembok yang memagari waduk tersebut.

Sepanjang perjalanan, saya melihat lokasi tempat Menara ATC Kemayoran tersebut dipagari banner yang mengelilingi kompleks menara. Sepertinya akan ada pembangunan di tempat bekas lokasi menara. Pembangunan apa, entahlah, karena spanduk yang mengelilingi dan menutup lokasi kawasan itu tidak menjelaskan apapun, termasuk pengembang mana yang akan membangun kawasan tersebut.

pembangunan-di-lokasi-menara-bandara-kemayoran

Sampai pada satu titik, saya akhirnya melihat gerbang yang tertutup pintu besi yang juga sangat tinggi. Pintu masuk menuju gerbang tersebut juga ditutup pembatas beton

pintu-masuk-menara-bandara-kemayoran

Sayapun nekat menghampiri gerbang itu. Melalui celah pintu besi itu saya lihat ada pos penjagaan dan motor yang diletakkan didalam kawasan berpagar itu. Dari si penjaga, saya mendapatkan informasi bahwa siapapun dilarang masuk ke kawasan itu tanpa ijin. Bahkan hanya untuk melihat – lihat bekas menara ATC itu. Dan kalau mau masuk, dipersilahkan menghubugi Ocenia Development.

Dari pencarian di google, saya mendapatkan sedikit informasi soal Ocenia Development itu, selain informasi singkat soal Real Estate Developer ada juga diantaranya ditemukan informasi mengenai RDP antara Panja Aset – Aset Negara Komisi II DPR RI tentang kawasan kemayoran pada 5 Oktober 2010 dan juga berita mengenai Perjanjian di Kemayoran yang bermasalah.

Ah, entahlah, tapi pada saat itu, terbersit di kepala saya bahwa ada kemungkinan bekas Menara ATC yang legendaris suatu saat akan lenyap. Kesedihanpun seketika melanda, karena mestinya bangunan itu masuk kategori bangunan Cagar Budaya yang wajib dilindungi.

Saya hanya berpikir positif, mudah-mudahan pengembangnya akan tetap mempertahankan keberadaan Menara Bandara itu, meski saya agak ragu apakah jumlah menaranya masih tetap dua buah atau tinggal satu. Tetapi pikiran positif bahwa Menara itu akan dipertahankan tetaplah perlu dijaga, sembari tetap mencari informasi soal rencana pengembangan kawasan itu

Note: Dua buah foto di atas hanya diambil scriptnya dan di embed ke artikel ini, hak cipta tetap berada di masing – masing penghasil gambar

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s