Pak! Ibu Ini Hamil


Karena naik KRL balik dari Stasiun Manggarai, sore itu (22/1) saya bisa pulang dengan duduk manis. Biasanya kalau naik KRL dari Stasiun Cawang, harus pasrah berdiri hingga stasiun Depok Baru.

Mumpung bisa duduk dan ada ide melintas di kepala, saya mengetik draft cerpen di hape. Seperti biasa cerita bertema kereta, kali ini agak menyerempet masalah perselingkuhan.

Karena hanyut dalam layar hape, selepas meninggalkan stasiun Cawang, saya tersadar sudah ada 3 wanita berdiri di depan saya. Sepertinya mereka baru saja masuk ke dalam KRL.

Salah satunya, berambut sebahu dengan memakai masker. Mata kami beradu. Tiba-tiba ia berkata sambil menunjuk temannya, “Maaf Pak, ibu ini hamil.”

Mungkin karena otak masih dipenuhi jejalan kata. Kalimat itu membuatku kaget. Aku merasa seperti tertuduh. Kalau tidak lekas tersadar mungkin akan meluncur kata, “Bukan… bukan saya yang melakukannya.”

Akhirnya aku sadar dan memberikan tempat dudukku untuk ibu hamil tersebut. Sepanjang perjalanan pulang, saya hanya bisa tersenyum sendirian mengingat peristiwa itu.

Cawang-Depok, 22 Januari 2014

Setiyo Bardono, TRAINer (Penumpang Kereta Listrik) jurusan Depok – Gondangdia, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s