Mengunjungi Kawasan Pecinan di Sekitar Jakarta (1)


Kalau kata om Wiki, Pecinan adalah merujuk kepada sebuah wilayah kota yang mayoritas penghuninya adalah orang Tionghoa. Di mana saja kawasan ini berada di sekitar Jakarta? Kalau di Bogor, kita bisa berkunjung di Jl. Suryakencana. Sementara kalau di Jakarta, kawasan Glodok merupakan Pecinan/China Town-nya Jakarta. Nah, satu lagi ada di Tangerang.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengikuti Walking Tour yang diadakan oleh Jakarta Good Guide dan Wisata Sekolah. Kebetulan temanya China Town Walking Tour. Sudah terbayang serunya membayangkan wisata kuliner di kawasan Glodok dan sekitarnya hahaha.. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya ke Glodok, bahkan bisa dibilang cukup sering, tapi tetap saja selalu ingin kembali. Apalagi kali ini akan ada tour guide yang akan menceritakan sejarah kawasan ini, jadi rasanya ini akan jadi pengalaman baru buat saya.

Sesuai petunjuk yang disampaikan, seluruh peserta berkumpul di Novotel Gajah Mada pada pukul 09.00. Seperti biasa, dari rumah saya menggunakan commuterline untuk menuju di lokasi, berangkat dari stasiun Rawabuntu, kemudian turun di stasiun Tanah Abang. Sebenarnya bisa saja lanjut naik commuterline dan turun di stasiun Kota tetapi saya memilih melanjutkan dengan angkutan umum/mikrolet M08, jurusan Tanah Abang-Kota.

Sampai di Novotel Gajah Mada, saya baru sadar bahwa ada bangunan tersembunyi di tengah-tengah hotel tersebut, yaitu Gedung Candra Naya! Setelah peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, tour dimulai. Pertama, tentu saja mengelilingi Gedung Candra Naya, sambil mendengar cerita tentang sejarahnya, saya terkagum-kagum dengan arsitektur dari bangunan tersebut.

IMG-20151201-WA003IMG-20151201-WA002

Selepas Candra Naya, kami berjalan kaki menuju kawasan Glodok, melewati deretan toko obat yang konon katanya sudah turun temurun lebih dari 3 (tiga) generasi. Kemudian gang kecil, menuju Pasar Petak Sembilan. Lebar jalan yang hanya sekitar 2-3 meter membuat beberapa kali harus bersenggolan dengan orang lain karena jalan cukup padat pengunjung.

IMG-20151201-WA004

Pasar ini salah satu pasar favorit saya loh ini, sayang saja jauh dari rumah hahaha… Langsung menyusun rencana setelah selesai tour mau belanja, duh harap maklum, beginilah kalau sudah ibu-ibu hahaha…. Bahan-bahan masakan yang biasanya hanya dijumpai di pasar swalayan premiun, dapat dijumpai dengan harga jauh lebih murah di sini, seperti berbagai macam jamur dan sayur dedaunan yang saya bahkan tidak pernah dengar namanya. Ikan-ikan segar, sampai dengan teripang dapat dengan mudah dijumpai di pasar ini.

IMG-20151201-WA005 IMG-20151201-WA006 IMG-20151201-WA007

Setelah melintasi pasar, perjalanan dilanjutkan menuju Vihara Dharma Bakti. Kami masuk ke dalam kompleks Vihara. Terus terang ini adalah pengalaman pertama saya masuk ke dalam Vihara, jadi tertarik sekali melihat-lihat bagian dalam dari vihara ini. Sempat juga melihat sisi bangunan yang beberapa lalu sempat terbakar, wah sayang sekali yaaaa…

IMG-20151201-WA011 IMG-20151201-WA012

Perjalanan kembali berlanjut menuju ke Gereja Santa Maria de Fatima. Gereja ini merupakan gereja Katolik yang dibangun dengan gaya arsitektur Tionghoa, yang juga ditetapkan sebagai cagar budaya. Menurut saya bahkan nuansa gereja pada umumnya sangat minim di sini. Selain bentuk bangunannya, serta ornamen China yang menghiasi, juga terdapat sepasang patung singa yang bermakna perlindungan. Sangat khas Tionghoa. Juga terdapat Gua Maria yang terletak pada bagian depan gereja. Yang unik, menurut tour guide kami, yang beribadah di gereja ini, tidak hanya umat Katolik, namun juga umat Budha dan Konghucu.

IMG-20151201-WA015 IMG-20151201-WA016

Kembali kami berjalan kaki sekitar 5 menit, melintasi jajaran perumahan warga, sambil sesekali tercium bau khas dupa. Sampai akhirnya tiba di sebuah Vihara di tengah-tengah pemukiman warga. Yaitu Vihara Dharma Jaya Toasebio, yang terletak di Jl. Kemenangan 3. Dari sisi luar, vihara ini terlihat kecil, tapi ternyata bagian dalamnya lumayan luas, walaupun tidak seluas Vihara Dharma Bakti. Ohya, menurut informasi yang saya dapatkan, sop tangkar yang terletak di muka pintu vihara ini sangat lezat. Tak heran banyak orang yang mengantri hehehe.. Sayang saya tidak sempat mengicipi ๐Ÿ™‚

IMG-20151201-WA020IMG-20151201-WA019

Setelah berkunjung ke 3 (tiga) tempat ibadah, kami menuju pusat perbelanjaan Candra. Jangan dibayangkan seperti mal yang saat ini menjamur di Jakarta yah. Benar-benar khas pertokoan jaman dulu, sambil sesekali terdengar sayup-sayup alunan lagu mandarin yang diputar oleh pemilik toko-toko. Pada masanya, tempat ini menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang cukup digemari.

Rute terakhir dari perjalanan kami adalah Gang Gloria. Sebenarnya nama Gloria sendiri diambil dari nama gedung Gloria yang sudah terbakar. Jalan sempit ini mungkin hanya selebar 1,5-2 meter. Di mulut gang akan kita jumpai penjual panganan kecil khas Tiongkok, seperti manisan-manisan buah dan aneka gula-gula yang dijual dengan satuan berat. Sepanjang gang ini akan kita jumpai deretan penjual makanan, di sini memang surganya pecinta kuliner khas Tiongkok, mulai dari nasi hainam, mie ayam, kuotie, dan makanan-makanan lain yang saya bahkan ga tau wujudnya seperti apa hahaha…

IMG-20151201-WA024

IMG-20151201-WA023

Nah, di gang inilah ada kedai kopi legendaris, yaitu Es Kopi Tak Kie, tersembunyi di belakang gerobak-gerobak penjual makanan yang memenuhi gang tersebut. Menu utamanya ya es kopi, walaupun di situ juga dijual makanan seperti bubur ayam dan mie ayam. Katanya sih kopinya enak, kebetulan saya bukan penikmat kopi, jadilah kalau kesana pesan es jeruk saja.

ย IMG-20151201-WA021

Di ujung gang ini lah perjalanan kami berakhir. Setelah mengucapkan salam perpisahan dengan peserta tour yang lain, kami melanjutkan perjalanan masing-masing. Senang sekali rasanya bisa tahu lebih banyak tentang kawasan ini. Pergi bersama dengan tour sama menyenangkannya dengan pergi dan mengeksplorasi sendiri, yah ada plus minusnya kalau buat saya ๐Ÿ™‚

Berikut adalah sedikit catatan dari saya:

Jangan takut kehausan dan kelaparan di kawasan ini. Di sepanjang jalan dapat kita jumpai penjual es cincau dan es kacang hijau serta es sari kedelai. Masuk ke jalan kecil di samping Toko Tian Liong (seberang gang Gloria) juga banyak berderet penjual makanan. Ada kolak yang dijual oleh ibu-ibu di sisi kanan jalan. Oh, bukan kolak pisang dan singkong saja yang tersedia, bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, bubur jali, sampai dengan biji salak juga tersedia.

Agak ke dalam sedikit, di sisi yang sama dengan penjual kolak, bisa dijumpai penjual bakpia. Bakpianya bentuknya berbeda dengan yang biasa, lebih lebar dan pipih. Yang pasti baru dimasak, jadi hangat dan nikmat. Untuk isiannya pun banyak pilihan, mulai dari kacang hijau, kacang merah, keju, coklat, sampai durian.

Lebih ke dalam lagi, ada penjual ketoprak yang diantri oleh banyak orang. Saya pernah sekali mencoba, dan memang enak dan porsinya besar.

Di sepanjang jalan ini juga banyak makanan lain seperti aneka gorengan yang besar-besar, kue-kue, cicongfan, sampai ada warung makan vegetarian dapat ditemukan di sini

Kalau jalan kaki ke arah Pasar Asemka, di depan jalan Toko Tiga, juga bisa dijumpai penjual bakso pikul yang enak. Selain selalu diantri orang, tempat duduknya juga terbatas. Baksonya sederhana dan bening. Terakhir saya makan, seporsi hanya Rp. 12.000,- saja. Terjangkau sekali bukan?

Sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa di eksplorasi di kawasan ini. Sayangnya waktu (dan perut!) sangat terbatas kondisinya hahaha…

Nah, bagi yang khawatir mengenai kehalalan makanan di kawasan ini, ada baiknya setiap akan membeli makanan ditanya dahulu mengenai kehalalannya. Jangan khawatir, para penjual makanan di sana akan senang hati memberikan informasi.

Selamat menyusuri kawasan Petak Sembilan dan sekitarnya!

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s