21 Desember 2015: Pink Line Resmi Kembali Beroperasi


Setelah menunggu penundaan waktu yang dijanjikan pada 17 Desember kemarin, akhirnya pada 21 Desember 2015 kemarin, KRL dari Jakarta Kota – Tanjung Priok resmi beroperasi. Total perjalanan dari Jakarta Kota menuju Tanjung Priok memakan waktu 20 menit dengan tariff Rp. 2000. Di Kampung Bandan, KRL berhenti di peron yang terletak di bagian atas, sayangnya untuk Stasiun Ancol belum dapat dilayani karena persoalan teknis.

Perjalanan ini merupakan perjalanan bersejarah, mengingat sejak 1989 rute Jakarta Kota – Tanjung Priok telah mati suri. Gagasan untuk membuka rute ini sudah ada sejak 2007 namun baru bisa direalisasikan pada 2015 ini. Penyebabnya pada saat itu layanan KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok ditutup karena sepi penumpang. PT KCJ sendiri mengumumkan bahwa dengan dibukanya kembali rute Jakarta Kota – Tanjung Priok, perusahaan ini telah mengoperasikan 887 perjalanan/hari seluruh Jabodetabek. Stasiun Tanjung Priok ini memiliki delapan peron dimana peron 1 hingga 4 menuju ke Jakarta Kota, dan Peron 5 sampai 8 menuju Kemayoran.

Rute Jakarta Kota – Tanjung Priok saat ini dilayani oleh KRL KfW buatan PT INKA yang terdiri dari 4 kereta dalam satu rangkaian. Penggunaan KRL KfW ini juga sempat menjadi pertanyaan, karena Menteri Jonan sempat berujar kereta-kereta angkutan orang buatan PT INKA banyak yang tidak memenuhi aspek keselamatan.

Hermanto Dwiyatmoko, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, mengatakan bahwa pembukaan rute Jakarta Kota – Tanjung Priok dibuka juga berkat usulan dari para penumpang KRL. Untuk tahap awal, rute Jakarta Kota – Tanjung Priok dilayani oleh 6 perjalanan KRL yang akan berhenti di Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Tanjung Priok. Hermanto mengaku mungkin saja akan ada penambahan jadwal jika ada minat dari penumpang yang cukup tinggi.

Minat untuk mengunjungi stasiun bergaya Eropa ini cukup tinggi. Rombongan @KRLEkonomi juga sempat membagikan beberapa foto untuk bisa dinikmati

//platform.twitter.com/widgets.js

//platform.twitter.com/widgets.jsAnimo yang penumpang yang ingin merasakan perjalanan ke Stasiun Tanjung Priok ini sangat tinggi juga diakui oleh Erni Fitriani, pemilik akun @erfitria15, yang ikut dalam perjalanan bersejarah yang pertama ini. Erni, begitu sapaan akrabnya, dalam perbincangan dengan kami juga penasaran untuk ikut merasakan menjejakkan kaki di Stasiun Tanjung Priok. Sepanjang perjalanan Erni mengaku menikmati pemandangan yang terhampar, dari Jakarta Kota ke Tanjung Priok. Dengan AC yang dingin andalan KRL KfW, ia mengaku membayangkan masa – masa kejayaan Stasiun Tanjung Priok yang dibangun pada 1914 pada masa Gubernur Jenderal AFW Idenburg. Seperti biasa, Erni juga menyempatkan diri berfoto di Stasiun sebagai oleh – oleh dari perjalanan bersejarah ini

IMG-20151222-WA000

Sesaat setelah sampai di Stasiun megah ini, matanya berkeliling Stasiun. Kepada kami, ia mengatakan saat kakinya menjejak pertama kalinya, ia berupaya membangun imajinasi saat warga yang berlabuh atau hendak berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok menginap di Stasiun ini. Ia membayangkan suasana pada masa lalu, dimana stasiun ini juga dilengkapi dengan ruang dansa, bar, dan penginapan yang cukup megah. Stasiun dengan delapan peron ini, menurut Erni adalah tempat yang romantis. Karena disinilah bisa jadi tempat pertemuan dan perpisahan yang mengharukan dapat terjadi di masa itu.

Meski gerah dan berdebu, kemegahan Stasiun Tanjung Priok ini juga diakui oleh Yulianti Sasmita, pemilik akun @juliesasmita. Berangkat dari Stasiun Jakarta Kota bersama dengan @KRLEkonomi, iapun akhirnya sampai di Stasiun Tanjung Priok. Ia juga menyempatkan diri untuk berfoto dengan sebagai marka pengingat pembukaan kembali jalur bersejarah ini

12391353_1043400875726876_1381649876952123288_n

Ada baiknya juga melihat oleh – oleh rekaman video singkat ini 🙂

//platform.twitter.com/widgets.js

Catatan:

Karena ada keberatan atas satu paragraf dari artikel ini yang dilayangkan melalui wasap, artikel ini mengalami perubahan dari versi aslinya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s