Sedikit Kritik Soal Pembangunan Kereta Bandara SHIA


Sebenarnya ketika ada rencana untuk membuat Kereta Bandara dari SHIA menuju Manggarai, saya salah satu yang cukup senang. Kebayang kalau nanti Jakarta nggak akan kalah dengan London atau Hongkong yang juga punya kereta dari Bandara menuju pusat kota.

railway-station-358310_640

Untuk mensukseskan kehadiran Kereta Bandara di SHIA ini bahkan pemerintah sedang merombak wajah beberapa stasiun, diantaranya adalah Stasiun Manggarai, Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, dan Stasiun Batu Ceper. Total jarak yang dilintasi adalah sepanjang 36,3 km yang terdiri dari 24,2 km jalur eksisting dan 12,1 km jalur baru.

Rencananya, Stasiun Manggarai juga dipersiapkan menjadi stasiun transit terbesar, yang akan menjadi titik pertemuan antar-relasi perjalanan kereta rel listrik (KRL) commuter line, pemberangkatan perjalanan kereta jarak jauh, dan juga kereta Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan menjadi cepat karena hanya perlu 57 menit dari Stasiun Manggarai. Setidaknya harga tiket kereta bandara ini akan berkisar diantara Rp. 80 ribu sampai dengan Rp. 100 ribu. Kereta Bandara akan dioperasikan oleh PT Railink, yang akan mengoperasikan 10 train set yang terdiri dari 6 – 10 kereta. Secara total akan ada 124 perjalanan per hari dengan kapasitas 227 orang per perjalanan.

Sekilas terlihat menyenangkan. Akan tetapi sebenarnya kereta bandara ini adalah kereta komuter khusus. Kenapa kereta commuter khusus? Karena untuk naik ke dalam kereta bandara ini, akan berawal dari Stasiun Manggarai dan bukan bisa naik dari semua stasiun komuter. Selain itu, dengan terbatasnya kapasitas penumpang ini berarti akan ada tiket khusus dengan loket khusus dan akan ada nomor tempat duduk seperti Kereta Bandara di Kualanamu. Artinya ya tidak akan berhenti di setiap stasiun dan perjalanan kereta komuter di Yellow Line dan Brown Line bisa terganggu karena kereta komuter khusus ini. Lah bayar mahal masak ya nunggu sinyal atau menunggu kereta komuter biasa lewat hehehehe.

Mestinya pemerintah perlu memikirkan dua model untuk kereta bandara seperti yang ada di London. Ada kereta ekspres yang mahal dan ada London Tube yang murah meriah dan tanpa no tempat duduk. Keduanya melayani perjalanan antara Bandara Heathrow dengan London.

Bayangin saja dengan harga tiket 100 ribu, buat keluarga yang mau irit, saya rasa mereka akhirnya pilih taksi ataupun bis. Ujung-ujungnya kemacetan ke Bandara SHIA tetap tidak tertangani dengan baik. Dengan maraknya penerbangan murah, rakyat biasa yang naik penerbangan murah mestinya juga dilengkapi dengan kereta yang murah dan merakyat. Masak ya kelas elit saja yang diperhatikan?

Kecuali kalau pemerintahan sekarang memang cuma sekedar jargon yang pro rakyat

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. galihsatria says:

    Yup, dengan harga tiket semahal itu, saya jelas akan lebih memilih naik taksi, atau tetap naik Damri jurusan Lebak Bulus kalau mau irit. Kalau saja tiket kereta bandara ini 10 ribu saja, baru naik dari Lenteng Agung – Manggarai bisa jadi opsi yang lebih baik.

    Like

  2. Anggara says:

    Begitulah mas Galih, mestinya pemerintah bangun saja dua model kereta ke Bandara ekspress dan KRL biasa. Biar semua terakomodasi dan yang jelas akan banyak berkontribusi untuk memecahkan masalah kemacetan dari dan menuju Bandara SHIA

    Like

  3. Kurniawan says:

    Harga tiket itu masih rencana, katanya di kisaran Rp 80rb s/d Rp 100 rb. Di tahun 2017 (targetnya) mungkin tiket Damri juga di kisaran Rp 50 ribu. Pastinya kereta tersebut bukan KRL yang disubsidi dan boleh berdiri.

    Like

  4. Anggara says:

    @kurniawan

    Justru itu pertanyaannya, kenapa nggak KRL yang biasa? Coba dihitung dengan baik, kapasitas angkut perharinya cuma sekitar 28 ribu orang/hari. Silahkan hitung itu berapa persen dari perjalanan orang dari dan menuju Bandara SHIA dan Jakarta.

    Kalau ada i juta orang yang keluar masuk bandara, artinya akan ada antrian juga naik kereta itu, dan tambahannya nggak akan mengurai kemacetan antara bandara dan Jakarta 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s